BRMP Papua Barat Kawal Penandatanganan SPMK Cetak Sawah Rakyat Tahun 2026
MANOKWARI – Minggu, 28 Juni 2026, menjadi momentum penting dalam upaya percepatan swasembada pangan nasional di Papua Barat. Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat hadir sebagai saksi dalam penandatanganan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) untuk program Cetak Sawah Rakyat (CSR) tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kelas I Jayapura dengan melibatkan para penyedia jasa dan tim pengawas.
Dalam kesempatan tersebut, pihak PPK dari Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kelas I Jayapura menegaskan agar kendala-kendala yang mungkin terjadi di lapangan dapat diantisipasi sejak dini. Jika hambatan ditemukan, penyedia diminta segera memberikan justifikasi teknis dan opsi pemecahan masalah agar target pengerjaan tetap tercapai. Selain itu, PPK mengingatkan agar persyaratan pencairan uang muka bagi penyedia dipersiapkan dengan cermat.
Lebih lanjut, tim pengawas dari UNIPA menekankan kepada seluruh penyedia jasa untuk menaruh perhatian serius pada aspek teknis dan operasional. Hal ini mencakup penerapan etika kerja, standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), pemenuhan fasilitas camp, serta pemasangan papan proyek di lokasi. Para penyedia juga diwajibkan memastikan ketersediaan alat berat di lokasi (on-site), serta menyusun jadwal pelaksanaan, target pengerjaan, dan gambar kerja yang sistematis sebagai acuan di lapangan.
Dalam program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kementerian Pertanian, BRMP Papua Barat memegang peranan vital sebagai lembaga pengawal dan pelaksana teknis di lapangan. BRMP memastikan pembukaan dan pengelolaan lahan baru berjalan dengan efektif dan berstandar modern. Pendampingan intensif ini dilakukan untuk memastikan setiap tahapan selaras dengan kaidah pertanian modern yang efisien, sehingga lahan yang dihasilkan nantinya benar-benar produktif dan berkelanjutan.
Dengan sinergi yang solid antara BRMP, LIP Kelas I Jayapura, dan para penyedia, program CSR 2026 diharapkan dapat menjadi pilar kekuatan baru bagi ketahanan pangan di wilayah Papua Barat.